Login Member
Username
:
Password
:
Random Profil Guru dan TU

SAMSUL RIFANGI, S.Pd.
NIP. 197408202007101009
Guru Biologi Biologi Lintas Minat

Selengkapnya
Pendidik di MAN 2 adalah pendidik profesional, banyak diantaranya telah berpendidikan S2 dan beberapa yang lain sedang dalam proses S2 di perguruan tinggi Negeri ataupun Swasta. Diantara pendidik juga alumni dari pondok pesantren, yang siap membimbing siswa-siswi untuk mendalami kitab-kitab kuning dan menghafal kitab suci Al-Qur'an.
Konten Unggulan

Exchange student



Video lainnya
Banner Perguruan Tinggi
IAIN WalisongoUniversita Negeri SemarangIKIP PGRI SemarangUniversitas Diponegoro
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
Lihat

BELAJAR DARI AKSI HEROIK DAFFA

Tanggal : 27-04-2016 19:12, dibaca 108 kali.

Aksi bocah SD yang menghentikan pengendara sepeda motor naik ke trotoar di Kota Semarang menjadi perbincangan di jagat maya. Daffa Farros Oktoviarto (10) siswa kelas  IV SDN Kalibanteng Kidul Semarang mengatakan aksi heroiknya dilakukan karena tidak ingin  ada lagi pengendara motor yang melewati trotoar.  Sering aksi Daffa mencegat pengendara motor di trotoar,  sebenarnya sudah sampai ketelinga keluarga dari laporan tetangga, namun ketika Daffa diberi tahu, dia malah marah-marah dengan mengatakan “ Nggak usah melu-melu “ Daffa tidak bergeming dan tetap  melakukan aksinya yang dilakukan sejak bulan Januari.  Dugaan sementara aksi Daffa diawali akibat kemacetan karena banyaknya pengendara motor  naik trotoar  sebagai dampak kemacetan yang parah di Jalan Jendral Sudirman. Durasi lampu merah di Bundaran Kalibanteng dari arah jalan Jendral Sudirman terlalu lama, sehingga terjadi antrean yang sangat panjang. Beberapa pengendara yang tidak sabar, temperamen dan tidak bisa mengendalikan nafsu untuk melanggar lalulintas, akhirnya masuk trotoar agar bisa bebas dari kemacetan.

            Sebenarnya orang  pertama yang memunculkan sosok berani Daffa ke publik adalah Ronald Angga Kusuma. Ronald yang telah berjasa mengantarkan Daffa menjadi bahan perbincangan setiap orang.  Ronald menjepret  ketika sedang naik taksi dalam perjalanan  ke Bandara Internasional Ahmad Yani. Ketika pemotor yang naik trotoar, dicegat Daffa terjadilah keributan  karena pengendara motor itu ingin ngotot meminta Daffa turun dari motor dan berusaha menyingkirkan sepeda Daffa, namun Daffa tetap menolak dan marah-marah . Pemotor itu lantas kembali ke motornya dan mundur turun dari trotoar. Daffa yang Nampak marah kemudian menendang dan memukul motor tersebut.

Sindiran Pemerintah dan Inspirasi pengendara  motor

            Aksi Daffa menjadi pembelajaran bagi pengendara motor di seluruh Indonesia dan menjadi bahan intropeksi bagi kepala pemerintahan dan tentunya Kepolisian Republik Indonesia untuk menegakkan peraturan lalulintas. Kepala Laboratorium Transportasi Universitas Katolik Soegijiporanata Semarang, Djoko Setijowarno menyatakan, bahwa aksi Daffa, si bocah cilik mencegat pengendara sepeda motor di trotoar seharusnya menjadi bahan renungan dan intropeksi pemerintah daerah dalam mengelola kebijakan transportasi di jalan raya. Sindiran pakar transportasi UNIKA Semarang  tersebut disambut Walikota Semarang di akun Twitternya “ # Bergerak bersama bukan seruan di awing-awang-Daffa bisa membuktikan, Njenengan ?

            Menurut  Djoko, aksi Daffa semestinya mendorong pemerintah mempercepat perbaikan kualitas dan kuantitas layanan transportasi umum. Maraknya pengguna sepeda motor, akibat mutu angkutan umum yang buruk dan tidak efisien. Selain itu, penjualan sepeda motor kini dilakukan secara massif, bahkan ditawarkan di rumah-rumah dengan harga miring. “ Dampaknya sekarang, karena kapasitas jalan jalan terbatas, sementara jumlah kendaraan bermotor meningkat tajam, tingkat pelayanan jalan menghadapi titik jenuh, alhasil trotoar yang seharusnya digunakan untuk pejalan kaki, kerap diserobot pengendara sepeda motor, sedangkan pemasangan patok di trotoar juga tidak bisa menyelesaikan masalah Untuk mengatasi kemacetan semestinya pemerintah tidak mudah memberikan kemudahan dalam memiliki kendaraan. Pemerintah bisa meniru negara tetangga Malaysia dan  Singapura yang memberika  aturan yang ketat pada Surat Ijin Mengemudi (SIM), kalau perlu diberlakukan peraturan, kalau masyarakat yang tidak mempunyai garasi tidak diperkenankan mempunyai mobil.

                        Aksi Daffa  perlu ditiru oleh siapa saja, karena trotoar merupakan bagi pejalan kaki dan bila trotor digunakan pengendara motor maka sudah mengambil hak pejalan kaki. Masyarakat Indonesia butuh orang seperti Daffa untuk peduli dan mengingatkan bahwa fungsi trotoar adalah untuk pejalan kaki, bukan untuk motor, berdagang atau yang lainnya. Tindakan Daffa melakukan pencegatan adalah sebagai bentuk banyaknya pelanggaran yang berlangsung terus sehingga pengguna trotoar menjadi jengkel dan tidak nyaman karena areanya diserobot tanpa permisi. Seharusnya pengendara sadar, bahwa trotoar bukan ruang miliknya. Anak kecil saja tahu tentang peraturan lalulintas, bagaimana dengan orang dewasa ? sentilan yang menohok tentunya.

            Aksi Daffa yang heroik, alhasil banyak para tokoh  memberikan apresiasi, termasuk Walikota Semarang, Hendrar Prihadi yang memberikan hadiah sepeda, Gubernur Jawa Tengah yang menjadi idola Daffa mengajak ke kantor Gubernur dengan memberikan hadiah dan souvenir sebagai bentuk kepedulian dengan pahlawan lalulintas cilik. Terakhir Gerakan Tertib Lalulintas (Gatel) memberikan penghargaan berupa piagam yang langsung diberikan kepada Daffa. Hikmah yang bisa diambil dari masayarakat agar masyarakat bergerak bersama  untuk sadar dan tertib lalulintas. Amin



Pengirim : Ahmad Riyatno, S.Ag, M.Pd.I - Guru MAN 2 Semarang
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas